GENDER DAN PERTUMBUHAN EKONOMI INKLUSIF DI INDONESIA STUDI ANTAR PROVINSI

Pada hari Jum’at, 4 September 2020 Jam 13.30 telah dilaksanakan Seminar Usulan Penelitian a.n Asep Sofwan dibawah Tim Promotor : Dr. Budiono, SE.,MA (Ketua Promotor), Dr. M. Fahmi, SE.,MT (Anggota Promotor) dan Dr. Anhar Fauzan, SE.,ME (Anggota Promotor) dalam usulan penelitiannya asep sofwan membahas mengenai :

Pertumbuhan inklusif merupakan pertumbuhan yang berbasis luas, dan pertumbuhan yang berfokus pada proses dan manfaat. Terdapat tiga pilar utama yang digunakan sebagai indikator indeks pembangunan ekonomi inklusif yaitu pertumbuhan ekonomi, pemerataan dan pengurangan kemiskinan, serta perluasan akses dan kesempatan. Pembangunan inklusif yang mengukur inklusivitas perekonomian di Indonesia belum mencerminkan tujuan pembangunan Indonesia secara spesifik, hal ini dikarenakan indeks perhitungannya belum fokus pada ketimpangan gender dan wilayah yang merupakan masalah utama di Indonesia. Berkaitan dengan hal tersebut maka gender menjadi fokus dalam penelitian ini.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh manakah kesetaraan gender yang terdiri dari kesetaraan gender Rata-rata Lama Sekolah (MYS), kesetaraan gender Harapan Hidup (LE), kesetaraan gender Partisipasi Angkatan Kerja (LF), kesetaraan gender Upah (WAGE), sebagai variabel independent terhadap pertumbuhan ekonomi inklusif sebagai variabel dependent dengan populasi 32 Provinsi di Indonesia, pada rentang waktu 2011-2018. Variabel pertumbuhan ekonomi inklusif yang digunakan mengadopsi dari perhitungan Bappenas.

Metode estimasi yang diajukan dalam penelitian ini yaitu menggunakan Autoregressive Distributed Lag (ARDL), hal ini bertujuan untuk menguji keberadaan kointegrasi antar variabel dan juga untuk memperkirakan koefisien jangka panjang dan jangka pendek dari variabel-variabel yang diteliti dengan memperhatikan uji stasioneritas dan uji asumsi klasik. Hasil yang diharapkan adalah adanya pengaruh signifikan antara kesetaraan gender terhadap pertumbuhan ekonomi inklusif. 

Dengan segala kendala yang dihadapi pada saat sidang SUP akhirnya asep sofwan lanjut ke tahap berikutnya yaitu melanjutkan ke lapangan.

Similar Posts