TEKNOLOGI INFORMASI-KOMUNIKASI, INKLUSI KEUANGANDAN KINERJA PEMBANGUNAN EKONOMI DI INDONESIA
Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran melaksankan sidang promosi doktor (SPD) dengan mengangkat Peran Teknologi Informasi-Komunikasi dalam Inklusi Keuangan dan Kinerja Pembangunan Ekonomi di Indonesia Sidang yang berlangsung pada 5 November 2024, ini memperlihatkan kontribusi signifikan dari penelitian yang dilakukan oleh Amaluddin.
Sidang disertasi yang dihadiri oleh para dosen, mahasiswa, dibuka oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemasiswaan Prof. Dr. Maman Setiawna, SE.,MT . Dalam presentasinya Amaluddin menjelaskan bahwa penelitian ini adalah: Pertama, meneliti pengaruh teknologi informasi dan komunikasi (ICT) terhadap kinerja pembangunan ekonomi. Kedua, meneliti
pengaruh inklusi keuangan terhadap kinerja pembangunan ekonomi (pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, pengangguran). Ketiga, meneliti pengaruh pertumbuhan ekonomi dan pengangguran terhadap kemiskinan. Keempat, meneliti hubungan kausal antara ICT dan inklusi keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi di 33 provinsi Indonesia. Penelitian ini menggunakan panel data dari 33 provinsi di Indonesia periode 2010-2021. Model analisis menerapkan Sistem/Model Persamaan Simultan. Model ini mengguakan teknik estimasi Three Stage Least
Square (3SLS), yang melibatkan 5 persamaan struktural, 5 variabel endogen dan15 variabel eksogen
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa ICT merupakan mesin pertumbuhan yang menentukan percepatan pertumbuhan ekonomi dan mempengaruhi inklusikeuangan. Salain itu, secara empiris, inklusi keuangan berkontribusi signifikan dalam menentukan perbaikan kinerja pembangunan ekonomi (pertumbuhan ekonomi, kemiskinan dan pengangguran). Temuan lainnya, kenaikan tingkat pengangguran berdampak buruk terhadap kemiskinan dan kenaikan pertumbuhan ekonomi berkontribusi terhadap pengurangan kemiskinan. Hubungan kausal dua
arah (timbal balik) ditunjukkan oleh hubungan antara ICT dan pertumbuhan ekonomi, kemudian hubungan searah ditunjukkan oleh hubungan inklusi keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi di 33 provinsi Indonesia. Kebaharuan utama dalam penelitian ini adalah adanya kesenjangan signifikan antara Kawasan Barat Indonesia (KBI) dan Kawasan Timur Indonesia (KTI) terkait ICT, inklusi keuangan dan kinerja pembangunan ekonomi (pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan)
sedangkan pengangguran sebagai salah satu ukuran kinerja pembangunan ekonomi secara statistik tidak berbeda signifikan antara KBI dan KTI.

Disertasi ini telah menghasilkan dua publikasi di jurnal internasional terkemuka yang terindeks Scopus di Q2, yang semakin memperkuat kontribusi ilmiah dalam bidang ilmu ekonomi. Kedua artikel ini telah mendapat pengakuan dari komunitas akademik internasional dan diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam pengembangan kebijakan ekonomi dan teknologi di Indonesia.
Sidang disertasi ini berjalan lancar dan sukses dengan hasil yudisium dengan PUJIAN.
Kami mengucapkan selamat kepada Amaluddin atas pencapaiannya yang luar biasa ini dan berharap bahwa penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia melalui pemanfaatan teknologi informasi-komunikasi yang lebih inklusif dan efisien.
