Mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi FEB UNPAD Raih Publikasi Internasional Q1 di BMC Public Health
BANDUNG, 20 Maret 2026 – Sebuah pencapaian akademik membanggakan kembali diraih oleh civitas academica Universitas Padjadjaran. Mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (FEB Unpad), Muhammad Anif Afandi (NPM: 120130230004), berhasil mempublikasikan hasil penelitian terbarunya pada jurnal internasional bereputasi tinggi, BMC Public Health (Springer Nature).
Penelitian yang dipublikasikan tersebut berjudul “Does financial inclusion improve the welfare of people living with disabilities? Evidence from Indonesia using a propensity score matching approach”. Riset ini disusun bersama tim promotor dan peneliti Unpad, yaitu Adiatma Yudistira Manogar Siregar, Maman Setiawan, dan Nury Effendi.
Latar Belakang Riset
Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dengan masyarakat lainnya dalam mengakses layanan keuangan formal. Namun, data menunjukkan bahwa pada tahun 2023, sebanyak 75,7% penyandang disabilitas di Indonesia masih belum memiliki rekening bank, padahal kepemilikan rekening merupakan fondasi utama dari inklusi keuangan.
Studi ini bertujuan untuk menganalisis apakah keterlibatan dan akses terhadap layanan keuangan (inklusi keuangan) secara nyata dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan hidup penyandang disabilitas di Indonesia.
Metodologi dan Temuan Utama
Penelitian ini menganalisis data sekunder berskala nasional dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2023 yang mewakili sampel tertimbang sebanyak 8,72 juta kepala rumah tangga penyandang disabilitas.
Untuk mengatasi potensi bias dalam analisis, penelitian ini menerapkan teknik inferensi kausal kuasi-eksperimental Propensity Score Matching (PSM) dengan model regresi probit. Kesejahteraan diukur melalui tingkat pengeluaran rata-rata rumah tangga (mencakup kebutuhan pangan maupun non-pangan seperti kesehatan dan pendidikan).
Hasil penelitian mengungkapkan temuan kunci:
- Dampak Positif dan Signifikan: Akses terhadap inklusi keuangan terbukti secara signifikan meningkatkan kesejahteraan kepala rumah tangga penyandang disabilitas.
- Peningkatan Kesejahteraan: Berdasarkan berbagai tingkatan indeks inklusi keuangan, tingkat kesejahteraan penyandang disabilitas yang terinklusi secara finansial (Average Treatment Effect on the Treated / ATT) meningkat antara 22,83% hingga 29,47% dibandingkan mereka yang tereksklusi dari layanan keuangan.
- Semakin tinggi tingkat aksesibilitas dan penggunaan layanan keuangan, semakin tinggi pula capaian kesejahteraan hidup yang diperoleh.
Implikasi Kebijakan
Temuan ini memberikan kontribusi empiris yang sangat krusial bagi pembuat kebijakan di Indonesia. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya memperluas program inklusi keuangan yang ramah disabilitas, penyediaan infrastruktur keuangan yang aksesibel, serta literasi keuangan yang inklusif untuk mendorong kemandirian ekonomi dan kesejahteraan kelompok rentan di Indonesia.
Capaian publikasi di jurnal berindeks Scopus Q1 / Q2 ini diharapkan dapat terus memotivasi civitas academica prodi dalam menghasilkan karya ilmiah bereputasi internasional yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Informasi Publikasi Jurnal:
- Judul Artikel: Does financial inclusion improve the welfare of people living with disabilities? Evidence from Indonesia using a propensity score matching approach
- Jurnal: BMC Public Health (Springer Nature)
- Penulis: Muhammad Anif Afandi, Adiatma Yudistira Manogar Siregar, Maman Setiawan, Nury Effendi
- DOI / Link Artikel: https://share.google/ZOETJKxfIj4MgyD1Z

