Mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi FEB Unpad Elita Pertiwi Soroti Fenomena Overeducation di Indonesia

Tentu. Jika artikel tersebut ditulis oleh mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi, Elita Pertiwi, bersama pembimbing Dr. M. Purnagunawan, sebaiknya berita website dibuat lebih menonjolkan prestasi akademik mahasiswa dan kontribusi pembimbing. Saya sarankan judulnya juga dibuat lebih menarik.

Mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi FEB Unpad Soroti Fenomena Overeducation di Indonesia

Bandung, 8 Agustus 2026 — Mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi (DIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, Elita Pertiwi , bersama pembimbing Dr. M. Purnagunawan,SE.,MT menyoroti fenomena overeducation dalam pasar tenaga kerja Indonesia melalui sebuah artikel yang dipublikasikan oleh Indonesia at Melbourne.

Artikel tersebut mengangkat fenomena semakin banyaknya lulusan perguruan tinggi di Indonesia yang bersaing untuk memperoleh pekerjaan yang tidak secara khusus mensyaratkan pendidikan tinggi, seperti menjadi pengemudi ojek daring (ojol) maupun pekerja Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

Fenomena tersebut tidak semata-mata menunjukkan kurangnya ambisi para lulusan perguruan tinggi. Sebaliknya, kondisi ini mencerminkan tantangan struktural dalam pasar tenaga kerja Indonesia, terutama ketika pertumbuhan pekerjaan yang membutuhkan keterampilan tinggi belum mampu mengimbangi peningkatan jumlah lulusan perguruan tinggi.

Dalam artikel tersebut, Elita Pertiwi dan Dr. M. Purnagunawan menjelaskan bahwa overeducation merupakan salah satu persoalan penting dalam pasar tenaga kerja. Ketidaksesuaian antara tingkat pendidikan yang dimiliki pekerja dengan kualifikasi yang dibutuhkan oleh pekerjaan dapat menjadi indikasi belum optimalnya pemanfaatan sumber daya manusia terdidik di Indonesia.

Salah satu faktor yang turut mendorong kondisi tersebut adalah keterbatasan ketersediaan pekerjaan formal berkualitas, sementara sektor informal masih memiliki peranan besar dalam penyerapan tenaga kerja. Akibatnya, sebagian lulusan perguruan tinggi harus memasuki pekerjaan yang berada di bawah tingkat pendidikan atau kompetensi yang mereka miliki.

Artikel ini menegaskan bahwa solusi terhadap persoalan overeducation bukanlah dengan mengurangi jumlah lulusan perguruan tinggi ataupun menyalahkan individu atas pilihan pekerjaannya. Diperlukan kebijakan yang lebih komprehensif untuk memperkuat struktur pasar kerja Indonesia.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain mendorong investasi yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan berkualitas, memperluas perlindungan sosial bagi pekerja, serta meningkatkan keterampilan mahasiswa agar lebih adaptif terhadap perubahan kebutuhan dunia kerja.

Perguruan tinggi juga memiliki peran strategis dalam mempersiapkan lulusan agar tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan yang relevan dengan dinamika pasar kerja. Kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, memecahkan masalah, serta menguasai perkembangan teknologi menjadi semakin penting dalam menghadapi perubahan struktur pekerjaan.

Kontribusi Elita Pertiwi bersama Dr. M. Purnagunawan, SE.,MT melalui artikel ini menjadi bagian dari upaya akademisi dan mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi FEB Universitas Padjadjaran untuk menghadirkan perspektif berbasis kajian ekonomi terhadap berbagai persoalan aktual dalam pembangunan dan ketenagakerjaan Indonesia.

Publikasi tersebut sekaligus menunjukkan kontribusi sivitas akademika Program Doktor Ilmu Ekonomi FEB Unpad dalam memperluas diskursus akademik kepada masyarakat melalui tulisan yang membahas isu ekonomi yang relevan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Baca Artikel Selengkapnya

Artikel karya Elita Pertiwi bersama Dr. M. Purnagunawan, SE.,MT selengkapnya dapat dibaca melalui Indonesia at Melbourne:

Why are more Indonesian university graduates jostling for menial jobs?

Program Doktor Ilmu Ekonomi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran

Similar Posts